Wellcome To Firman Ramdhani Blog

Klik di Sini

Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Oktober 2009

Jadi Putri Indonesia Lepas Jilbab, Jadi Miss Universe Lepas Baju?



Kemenangan Qory Sandioriva, finalis asal Nanggroe Aceh Darusalam berhasil terpilih menjadi Puteri Indonesia 2009. Dalam ajang pemilihan Puteri Indonesia 2009, yang di gelar di Teater Tanah Airku, kemarin jum'at (9/10) menyimpan sejuta pertanyaan...????

Berita yang santer di beritakan saat ini di sejumlah media, televisi, radio, koran-koran, majalah-majalah, dan berbagai situs maupun blog di internet. Mahasiswi semester 1 Sastra Prancis Universitas Indonesia itu menjadi Puteri Indonesia 2009 setelah mengalahkan 38 kontestan dari seluruh tanah air.

namun setelah di wawancara oleh host acara charles bonar sirait, Mahasiswi semester 1 Sastra Prancis Universitas Indonesia itu menuturkan...

“Saya sudah izin dengan pemda NAD dan Gubernur syukur alhamdulillah mereka mengizinkan. Lagipula rambut bagi saya adalah mahkota. Dan saya ingin memperlihatkannya, karena saya bangga dengan keindahan” ujar Qori di atas panggung.

Nangroe Aceh Darusalam, Propinsi yang sudah menerapkan Syariat Islam sebagai dasar hukum keseharian dalam hukum masyarakat dan pemerintahan, dimana umumnya para wanita diharuskan menggunakan kerudung atau hijab sesuai dengan tuntunan agama, namun dalam pemilihan kali ini sang putri NAD tersebut tidak menggunakan kerudung sehingga mengundang sejumlah suara protes dari kalangan ulama NAD serta beberapa tokoh masyarakat setempat.

Namun di Balik itu seperti yang sudah di tuturkan Qori bahwasan nya pemda NAD dan gubernur memberi izin kepadanya,.......
jadi nanti kalo di miss universe izin ma spa buat buka baju...
ma pemerintah..???
Jadi siapa yang harus di salahkan..????
saya yang nulis juga bingung nich...
spa yach..???

Selasa, 08 September 2009

Perilaku Buruk Anggota Dewan Di Indonesia


Prof. DR. Asep Warlan Yusuf, MH., seorang Pakar Hukum dari Universitas Parahiyangan menyampaikan temuannya perihal perilaku penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh anggota DPRD di Indonesia. Berikut hasil penelitian dari 71 daerah di Indonesia yang dirangkum menjadi 22 perilaku negatif anggota Dewan di Indonesia:

1. Rendahnya rasa tanggung jawab dalam mengelola dana publik (cost awarness), sehingga dana yang ada dalam APBD dimanfaatkan dan digunakan untuk kepentingan anggota Dewan atau eksekutif itu sendiri.

2. Membentuk undang-undang/ perda tanpa dibuat Naskah Akademik terlebih dahulu, sehingga undang-undang/ perda dibuat tanpa ada kejelasan landasan filosofis, sosiologis dan yuridisnya yang memadai.

3. Membentuk perda inisiatif yang tidak tercantum dalam Prolegnas/Prolegda. Undang-undang/perda dipaksakan masuk dalam pembahasan karena kepentingan tertentu. Adanya hidden agenda dengan memanfaatkan perda inisiatif yang dibuat dengan tujuan semata-mata dalam rangka menguntungkan partainya, golongan atau pihak tertentu saja bukan untuk kepentingan rakyat.

4. UU/perda dibuat tetapi daya waktu berlakunya amat singkat, karenanya memerlukan revisi/perubahan segera. Hal ini terjadi karena dibuat dengan tidak mempertimbangkan antisipasi perkembangan jangka jauh. Tentunya ini merupakan pemborosan biaya, tenaga, dan waktu.

5. Dengan dalih untuk memperkaya materi muatan undang-undang/ perda yang sedang disusun, anggota Dewan melakukan studi banding ke luar negeri, tetapi hasilnya sangat minim dan tidak memadai, karena lebih banyak waktu dan kegiatannya diisi dengan rekreasi. Sehingga materi muatan/substansi undang-undang/ perda tidak mengalami perbaikan dan pengkayaan yang berarti.

6. Perda dibuat hanya untuk kepentingan peningkatan PAD semata, dengan konsekuensi secara ekonomi/finansial memberatkan masyarakat dan/atau dunia usaha.

7. Perda dibuat untuk memberikan dasar pembenar (jastifikasi/ legalisasi) teradap kegiatan yang merusak atau mencemari lingkungan dan eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan yang mengabaikan prinsip pembangunan berkelanjutan.

8. Menerima uang atau barang atau sesuatu janji dari pihak di luar Dewan untuk memuat sesuatu kebijakan sesuai permintaan kepentingan pihak tersebut ke dalam undang-undang/ perda yang sedang dibahas. Undang-undang/ perda dibuat di luar konteks (kerangka) aspirasi masyarakat.

9. Isi undang-undang/ perda tidak sesuai dengan tujuan pembangunan, Undang Undang Dasar dan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. Akibatnya undang-undang tersebut kemudian akhirnya dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi atau oleh Pemerintah untuk perda. Hal ini dianggap sebagai suatu pemborosan keuangan negara/daerah, sesuatu yang sia-sia. Hal ini terjadi karena UU/perda dibuat dengan penuh vested interest, sembrono dan ketidakcermatan.

10. Adanya oligarki (kelompok/elit tertentu) yang karena jabatannya dapat menentukan kata akhir untuk menerima dan menolak suatu RUU/raperda.

11. UU/Perda dibentuk untuk sekedar memenuhi aspek formal, tidak sesuai dengan kebutuhan negara/masyarakat. Substansinya sangat lemah dan apa adanya, serta prosesnya pun tidak mempertimbangkan masukan stakeholders. UU/perda dibuat dengan melanggar atau tidak sesuai dengan asas-asas pembentukan peraturan perundang-undangan yang baik sebagaimana diatur dalam UU No. 10/2004.

12. Melibatkan tenaga ahli tetapi sesungguhnya tidak memiliki kualifikasi intelektual, akademik, dan pengalaman yang memadai. Bahkan “tenaga ahli” ini diambil dari orang-orang partai dan partisannya sendiri yang unqualified dan incompetence. Cara ini dimaksudkan untuk sekedar pembagian rezeki di antara anggota dewan dan orang-orang parpol dan orang-orang sekitarnya. Pelibatan tenaga ahli hanya sebatas formalitas (sekedar “pinjam mulut”) yang realitanya tidak terlibat. Jadi tujuannya hanya sebatas untuk memperkuat legitimasi.

13. Proses penyusunan undang-undang/ raperda dibuat dengan mengulur-ulur waktu dengan alasan yang tidak rasional dan tidak logis, dengan maksud untuk menggagalkannya sehingga tidak jadi terbit UU/perda tsb.

14. Pengawasan dari parlemen telah diterjemahkan sebagai sarana mencari kesalahan dan kelemahan pemerintah/eksekuti f secara mengada-ada atau dibuat-buat.

15. Pengawasan dilakukan cenderung untuk menjatuhkan lawan politik atau pemerintah yang sedang berkuasa.

16. Pengawasan dilakukan untuk mencari imbal jasa, keuntungan pribadi dan golongan (money politics).

17. Paradigma pengawasan politik telah mengakibatkan fungsi pengawasan yang sesungguhnya terabaikan, sehingga hasil pengawasan kurang memberikan manfaat bagi pengelolaan pemerintahan. Pengawasan yang dilakukan, belum memberikan umpan balik (feed back) yang substansial bagi pengelolaan pemerintahan.

18. Pengawasan dilaksanakan selama ini terkesan sporadis dan reaktif, tanpa program, sehingga pengawasan belum mampu untuk mencegah terjadinya penyimpangan dan melakukan koreksi perbaikan.

19. Pengawasan lebih banyak terfokus dan “terjebak” pada aktivitas pemeriksaan yang berupa kunjungan kerja, akibatnya permasalahan masyarakat tak terselesaikan dan sering tak muncul jalan keluar menuju perbaikan yang diharapkan oleh masyarakat.

20. Hak masyarakat untuk mengawasi belum sepenuhnya diberikan atau dijamin oleh negara, sementara DPR/DPRD sebagai wakil rakyat, belum optimal mengkoordinasikan serta menyalurkan hak-hak pengawasan masyarakat. Saluran melalui para wakilnya tidak mampu masuk dan menembus gedung parlemen. Sementara keberanian masyarakat untuk langsung menyuarakan haknya ke pemerintahan masih belum muncul karena takut atau apatis.

21. Meminta bagian/komisi/fee dari hasil kerjasama dengan pihak ketiga antara lain dalam pengadaan dan/atau penjualan barang dan jasa yang seharusnya masuk ke kas negara/daerah.

22. Menerima pemberian dalam berbagai bentuk, yang patut diketahui pemberian tersebut berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya, sehingga perbuatan ini dapat dikualifikasi sebagai gratifikasi.

Sumber: dari milis WongBanten@yahoogroups.com.

Rabu, 26 Agustus 2009

Seekor Paus Terdampar di Lombok Utara


TANJUNG - Seekor paus berukuran besar terdampar di pesisir Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Selasa 25 Agustus kemarin. Mamalia laut itu terseret arus ke pantai dan tidak mampu kembali ke perairan dalam.

Binatang itu lantas terjebak di perairan dangkal berkarang, sekitar 100 meter dari garis pesisir. Paus tersebut ditemukan warga sekitar pukul 08.00 Wita. Saat itu, hewan tersebut tengah berusaha keluar dari jebakan karang dan air dangkal, namun tidak mampu.

Satwa berlemak tebal itu tergolek tidak berdaya dengan tubuh penuh luka goresan karang. Warga yang datang menolong tidak mampu menarik paus tersebut ke laut dalam.

Beratnya diperkirakan tujuh ton. Apalagi, badan paus sepanjang sembilan meter itu agak licin sehingga sulit ditarik.

Sementara, kondisi penghuni samudera itu semakin tak berdaya. Dalam keadaan demikian, warga setempat bersama muspika dan aparat kepolisian berembuk mencari alternatif terbaik.

Alhasil, warga meminta daging paus tersebut dibagi. ''Kita sudah berusaha menolong, tapi tidak bisa,'' kata Camat Pemenang Mirahim di lokasi kejadian.

Dia memutuskan untuk membagi-bagikan daging ikan tersebut berdasar pertimbangan manfaat. Maksudnya, jika dibiarkan, paus tersebut dikhawatirkan membusuk serta mengganggu kenyamanan warga dan wisatawan. ''Kalau busuk, siapa yang mau bertanggung jawab,'' ujar Mirahim kepada Lombok Post (Jawa Pos Group) kemarin.

Setelah keputusan tersebut, warga pun membawa kapak, parang, dan aneka senjata tajam untuk menghabisi nyawa hewan tersebut dan mencincang tubuhnya. Pencincangan dilakukan di laut.

Selain daging, warga mendapatkan minyak paus. ''Katanya bisa untuk obat,'' tutur salah seorang warga seraya menunjukkan kulit paus yang berlemak tebal.

Pencincangan itu membuat perairan di pantai tersebut berubah merah terkena darah paus. Peristiwa itu merupakan pengulangan terdamparnya paus serupa beberapa tahun silam. Itu kerap terjadi, mengingat lokasi tersebut merupakan jalur migrasi yang kerap dilalui paus.

Sebenarnya sebuah speed boat yang dikemudikan wisatawan asing datang hendak menyelamatkan ikan tersebut. Hanya, mereka terlambat karena pembagian daging telah dimulai. (zul/pin/jpnn/ruk)

Berpuasa 16 Jam Di Jerman


Berlin -Umat muslim di Jerman turut menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Faktor musim menjadi tantangan tersendiri untuk menjalankan ibadah puasa.

Pada tahun ini, Ramadan datang di musim panas, yang mana siang hari lebih lama dari pada malam. Umat Islam di Jerman pun berpuasa lebih lama dari mereka yang tinggal di kawasan tropis atau di bumi bagian selatan. Sekitar 16 jam lamanya.

Pada umumnya di Jerman, puasa dimulai pada pukul 04.15 saat masuk waktu Subuh. Buka puasa baru dilakukan pada pukul 20.15 saat Magrib tiba. Salat Tarawih pun baru dilakukan sekitar pukul 21.45

"Puasanya memang lama, dan di sini nggak ada makanan berbuka seperti di Indonesia. Tapi karena sudah diniatkan, jadi rasanya tidak terlalu berbeda," ungkap Awad Sewet, mahasiswa Indonesia di Berlin, saat berbincang dengan detikRamadan, Rabu (26/8/2009).

Namun, suasana menyambut Ramadan memang tidak semeriah di tanah air. Tidak ada banner dan spanduk bertebaran di jalanan atau mal menyambut datangnya Ramadan. Maklum saja, umat Islam di Jerman hanya 5 persen dari populasi walaupun itu merupakan agama terbesar kedua. Suasana Ramadan hanya terasa di daerah imigran Muslim.

Misalnya saja di kawasan Kreuzberg, Neukoln atau Wedding, Berlin, yang merupakan kantung-kantung imigran terutama dari Turki. Warung-warung kebab membagi-bagikan jadwal puasa untuk para langganannya, sekalian berpromosi warung kebabnya. Toko-toko Turki pun menjual kurma lebih banyak dari pada biasanya.

Setiap masjid di Jerman, biasanya mempunyai agenda kegiatan khusus di bulan Ramadan. Seperti juga di Indonesia, masjid-masjid di Jerman menggelar buka puasa dan salat Tarawih bersama.

Senin, 24 Agustus 2009

Makan Popcorn Bisa Mencegah Kanker

PENNSYLVANIA - Kandungan polyphenol dalam popcorn membantu mencegah kanker dan penyakit lain yang disebabkan oleh radikal bebas (Foto: Photobucket)
Makanan ringan hasil olahan jagung yang dikenal dengan nama popcorn, rupanya menyimpan kandungan antioksidan yang setara dengan buah-buahan dan sayuran.

Artinya, kebiasaan mengkonsumsi cemilan popcorn pada saat menonton film di bioskop merupakan kebiasaan yang menyehatkan.

Studi terbaru yang dilakukan di University of Scranton, Pennsylvania menemukan fakta bahwa mengkonsumsi popcorn bisa mecegah kanker. Namun dengan catatan, popcorn yang menyehatkan adalah popcorn yang tidak diberi tambahan rasa seperti gula, keju, cokelat dan lain-lain.

Popcorn memiliki kandungan polyphenol, yaitu antioksidan yang berperan dalam menjaga kesehatan tubuh. Polyphenol umumnya banyak ditemukan pada buah dan sayuran seperti, berry, kacang kenari, minyak olive, anggur dan teh.

Jenis antioksidan yang terkandung dalam bahan makanan ini terbukti bisa membantu melawan radikal bebas, yang menyebabkan kerusakan sel dan jaringan tubuh. Polyphenol adalah antioksidan yang 10 kali memiliki efek yang lebih ampuh jika dibandingkan dengan manfaat vitamin C dan E.

"Kami sangat terkejut menemukan tingginya kandungan polyphenol dalam popcorn. Saya rasa, ini adalah makanan yang sehat." kata Dr Joe Vinson yang meneliti studi ini, seperti dikutip dari Independent, Senin (24/8/2009).

Menurut Vinson, ini adalah penelitian pertama pertama yang menyatakan bahwa popcorn dan beberapa jenis sereal merupakan sumber yang kaya polyphenol.

Dalam studi ini, Vinson dan timnya mengukur konsentrasi polyphenol pada sereal dan beberapa makanan ringan. Hasilnya, diketahui bahwa sereal whole grain yang paling sedikit mengalami proses pengolahan mengandung lebih banyak antioksdian. Sementara popcorn, menjadi makanan ringan dengan kadar polyphenol terbanyak.

Studi ini juga menemukan, bahwa makanan hangat yang umum dikonsumsi sebagai sarapan seperti bubur oat, rupanya mengandung kadar polyphenol rendah. (srn)

10 Tokoh Teknologi Indonesia


JAKARTA - TechLife, majalah techno-lifestyle memberikan penghargaan kepada 10 tokoh yang dinilai berjasa di bidang industri teknologi informasi dan komunikasi.
Menurut Yusuf Mars, Editor in Chief TechLife, penghargaan tersebut sebagai apresiasi terhadap kontribusi dan komitmen para tokoh tersebut di bidangnya masing-masing.

"Kami merasa perlu untuk memberikan apresiasi terhadap pahlawan pengisi kemerdekaan di bidang teknologi. Sebagaimana kita sadari, dengan teknologi bangsa kita bisa sejajar dengan bangsa lain," kata Yusuf dalam keterangan tertulisnya, Rabu (19/8/2009).

Dari pemikiran tersebut, TechLife memilih tokoh visioner yang memiliki komitmen dan kontribusi terhadap perkembangan teknologi di Indonesia. Rekam jejak para tokoh tersebut bisa dilihat dari kontribusi mereka dari karya dan kreasinya ketika menjabat sebuah institusi atau ketika mengembangkan usaha sebagai enterpreneur.

"Setidaknya kriteria yang kami ambil adalah seberapa jauh kontribusi tokoh tersebut di bidang teknologi, apakah sebagai pengambil kebijakan maupun enterpreneur, visi dan misi terhadap perkembangan teknologi di Indonesia, dan komitmen untuk meletakkan pondasi teknologi di Indonesia," urai Yusuf.

Kesepuluh tokoh teknologi tersebut adalah:
1. Hasnul Suhaimi (Presiden Direktur PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL)
2. Sarwoto Atmosutarno (Direktur Utama PT Telkomsel)
3. Frederik Johanes Meijer (Wakil Presiden Direktur Bakrie Telecom)
4. Budi Wahyu Jati (Country Manager Intel Indonesia)
5. Hengky Setiawan (Presiden Direktur PT Setia Utama Telesindo)
6. Tony Chen (Presiden Direktur PT Microsoft Indonesia)
7. Jason Lim (President Direktur PT Acer Indonesia)
8. Megawaty Khie (Country manager Hewlett-Packard Indonesia)
9. Budiono Darsono (Pendiri Detik.com)
10. Rinaldi Firmansyah (Direktur Utama PT Telkom) (srn)

Minggu, 23 Agustus 2009

Yang Membuat Anda Gagal Saat Wawancara Kerja

Terkadang, tindakan berbicara lebih kencang daripada ucapan. Karena itu pula, jangan heran jika Anda tak lolos wawancara kerja, meskipun apa yang Anda sampaikan sudah sesuai buku teks jawaban wawancara kerja. Kadang, kita tak sadar ada gerakan-gerakan yang sepintas terkesan sepele, tetapi ternyata berpengaruh terhadap penilaian.

Beberapa waktu lalu, situs Careerbuilder mensurvei ratusan perusahaan, dan menanyakan apa kesalahan-kesalahan yang dilakukan pelamar sehingga mereka tidak diterima kerja. Umumnya, hal-hal sepele lah yang menjadi penyebabnya. Berikut beberapa di antaranya:

Sikap sombong atau bosan
Kebanyakan orang yang melamar pekerjaan, ketika akan diwawancara akan merasa gugup. Ketika seseorang gugup, biasanya akan melakukan suatu tindakan kecil untuk menyalurkan kegugupannya. Misal, mengetuk-etukkan jari di meja, mengetuk kaki, memilin rambut, membuka-tutup pulpen, dan lain sebagainya. Sayangnya, si pewawancara justru menanggapi tindakan-tindakan semacam ini sebagai sinyal kebosanan. Sementara kebosanan pun diartikan sebagai kesombongan. Siapa yang mau bekerja dengan orang sombong?

Cara mengatasinya? Usahakan untuk berlatih sesering mungkin. Seseorang yang kalem, percaya diri, dan tidak stres, akan bernafas perlahan. Sebelum mulai bicara, ambillah napas panjang, dan perhatikan tangan serta kaki Anda. Biarkan tangan beristirahat di lengan kursi, dan kaki diam istirahat di lantai, lutut saling menempel untuk meminimalkan ketukan kaki. Badan condong ke depan, ke arah meja, juga bisa menunjukkan bahwa Anda tertarik.

Tidak berdandan sesuai acara
Tentunya, ketika akan mendatangi suatu wawancara kerja, Anda akan berusaha mengenakan pakaian seformal mungkin. Sayangnya, tak semua orang memiliki kemampuan untuk mengenakan pakaian yang formal. Tak jarang, malah, mereka yang fresh graduate malah mengenakan pakaian informal karena bingung mau pakai baju apa. Solusinya, bukanlah ide yang buruk untuk berinvestasi pada pakaian formal. Kemeja, celana bahan, blazer, serta sepatu hak kecil dan tertutup. Jika Anda melamar pekerjaan ke bidang kreatif, Anda bisa menambah corak atau warna dengan aksesori.

Tidak ada persiapan
Adalah kesalahan jika Anda tidak terlebih dahulu mencari tahu latar belakang perusahaan yang Anda lamar. Anda tak hanya akan bingung mau berkata apa, tetapi juga memperlihatkan bahwa Anda tidak mau tahu, pemalas, dan kurang inisiatif.

Sudah bukan jamannya lagi Anda kurang informasi. Segala teknologi sudah bisa membantu Anda mencari tahu apa pun yang ingin Anda ketahui. Pelajarilah sebisa mungkin tempat Anda melamar pekerjaan. Buat si pewawancara kagum dengan pengetahuan dan ide-ide yang Anda miliki.

Tidak mematikan telepon genggam
Adalah hal yang tidak bisa dimaafkan jika Anda menyalakan telepon genggam Anda. Menonaktifkan telepon genggam akan memberikan Anda dan si pewawancara waktu untuk bisa konsentrasi dan mengeliminasi gangguan. Selalu pastikan ponsel Anda dalam mode silent saat akan rapat atau wawancara kerja.

Tidak menanyakan pertanyaan bagus
Banyak orang sudah tahu, bahwa sebaiknya Anda menanyakan suatu pertanyaan saat wawancara kerja. Namun, yang tak banyak diketahui adalah pertanyaan apa yang harus ditanya. Yang terutama, yang tak boleh ditanyakan saat wawancara pertama adalah jumlah gaji dan fasilitas yang ditawarkan kantor.

Anda bisa mencoba untuk menanyakan pertanyaan mengenai pekerjaan yang Anda lamar. Tugas-tugas utama Anda, atau tanyakan kepada si pewawancara kerja, apa yang membuatnya senang bekerja di perusahaan ini. Bisa juga menanyakan, “Menurut Bapak/Ibu, tantangan terbesar apa yang akan saya hadapi dalam posisi ini?” Pertanyaan ini akan membuat si pewawancara berpikir bahwa Anda tertarik untuk mengetahui apakah Anda cocok atau tidak untuk pekerjaan tersebut.

Mengirimkan lamaran terlalu banyak
Salah satu trik untuk membuat Anda terlihat seperti orang yang tidak kompeten adalah dengan mengirimkan surat lamaran yang sama berkali-kali ke perusahaan. Mengapa? Karena ini mengganggu, plus membuat Anda terlihat desperate untuk masuk ke perusahaan itu. Anda cukup mengirimkan lamaran ke lowongan yang menurut Anda paling pas. Buat surat lamaran Anda semenarik mungkin.

Tidak memberikan foto yang profesional
Foto-foto diri yang Anda ambil untuk diri sendiri sebaiknya disimpan untuk situs pribadi saja. Jika Anda ingin mengirimkan lamaran, jangan lupa menyertakan foto diri dengan pose profesional. Anda tak ingin mengirimkan suatu hal yang bisa membuat perusahaan meragukan kredibilitas Anda, kan?

Selasa, 18 Agustus 2009

Tes Gel 2 UMM

Pagi ini rabu 19 agustus 2009 UMM kembali di banjiri Mahasiswa baru, untuk mengikuti ujian masuk atau lebih tepat nya PMB Gel 2. sejak pukul 07.00 pagi ratusan mahasiswa sudah memadati area di sekitar UMM Dome, dan beberapa pedagang yang sejak pagi menjajakan perlengkapan untuk tes.
Tes gelombang 2 yang di peruntukan untuk mahasiswa baru kali ini di adakan di dua tempat yakni UMM Dome dan GKB 1, hal ini di karenakan banyak nya mahasiswa baru yang ingin masuk ke UMM.
UMM Dome merupakan sebuah gedung oval eksotik, modern dan artistik, yang berdiri megah di Kampus Universitas Muhammadiyah Malang. UMM Dome dibangun guna memfasilitasi kegiatan olah raga, pentas seni, pertemuan akbar, pameran, dan lain-lain yang digelar oleh pihak manapun yang mendambakan terselenggaranya acara berkualitas dan sempurna."Icon Entertainment dan Sportainment di Jawa Timur.

Jumat, 17 April 2009

TRAGEDI BATU, 9 MAHASISWA TEWAS



HISTERIS, Seorang teman korban tewas menangis histeris di Kamar Mayat Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang kemarin. Sementara itu, petugas Labfor Polri Cabang Surabaya meneliti bangkai mobil Daihatsu Taruna F500 DK 1070 XB yang tak berbentuk lagi setelah menghajar pohon angsana.

BATU (SI) – Maut memang datang kapan dan di mana pun dia mau.Dini hari kemarin, 9 mahasiswa tewas setelah mobil yang mereka tumpangi menghantam pohon. Peristiwa itu terjadi di Jalan Panglima Sudirman Km 7-8 Kota Batu.

Saking kerasnya benturan, dua penumpang di antaranya sampai terlempar ke luar kaca jendela mobil yang pecah berantakan. Sembilan korban tewas adalah para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Kota Malang yang baru saja merayakan ulang tahun salah seorang teman mereka di sebuah vila di Songgoriti, dan kawasan Payung,Kota Batu.

Mereka masing-masing Anang Kasin, 24; Rosi Sudin, 25; Firdaus Sastra P, 25; Imron Rosadi, 20; Maretha Medani Chryza, 25; Ririn Erniati, 22; Dwi Rani Rosmaya, 25; Meutia Sony Agustin, 25; dan Nia Ifada, 24. Malam itu, sedianya mereka akan pulang ke Kota Malang.

Diperkirakan, mobil Daihatsu Taruna F500 bernopol DK 1070 XB yang dikemudikan Anang Kasin, 24, melaju dari arah Pujon (barat) ke pusat Kota Batu (timur) dengan kecepatan sangat tinggi.Tidak ada bekas ban yang menunjukkan tanda pengereman sebelum titik lokasi kejadian yang hanya berjarak 200 meter dari gedung Balai Kota Batu tersebut. Mulyo Miseno, 38,warga Jalan Panglima Sudirman No 88 sebelumnya dia sama sekali tidak mendengar suara deritan ban mobil.

“Saya sedang di dalam rumah saat kecelakaan itu terjadi.Waktu itu hanya terdengar suara benturan keras sekali, sangat keras. Saya langsung keluar rumah karena sumber suaranya dekat dengan rumah saya,”ujarnya. Mulyo mengaku sangat kaget saat tiba di lokasi kejadian dan melihat pemandangan yang sangat mengenaskan.Bagian depan mobil Daihatsu Taruna F500 bernopol DK 1070 XB warna silver ringsek, menghantam pohon angsana.

Kap mesin mobil di depan tergenjet dari tempatnya hingga tak berbentuk, sisi kiri bodi mobil terbelah pohon hingga ke tengah, sementara mesin mobil melesak ke dalam hingga menghancurkan dashboard. Bagian kemudi masih utuh namun posisinya bergeser jauh hingga menghimpit jok pengemudi. Dua roda depan dan per belakang mobil patah, kendati bodi belakangnya masih utuh.

Dua korban yang semuanya perempuan terlempar di depan mobil dengan kondisi tubuh yang hancur. Sementara tujuh orang lainnya berada di dalam mobil, berhimpitan dengan posisi jungkir balik tidak karuan,terjepit bodi mobil yang ringsek hingga ke dalam.

“Kemungkinan yang terlempar itu penumpang yang di depan. Sementara pengemudinya terjepit antara setir dengan jok yang ditumpanginya,”ujarnya. Mulyo yang panik memberanikan diri lebih mendekat. Namun dia tak mendengar suara sama sekali kecuali beberapa warga lain yang mulai berdatangan.

Menurutnya, saat pertama kali melihat para korban, hampir semua tubuh mereka dibungkus dengan pakaian mini, bahkan ada yang hanya mengenakan pakaian dalam saja. Jalan Panglima Sudirman merupakan jalan provinsi.

Di siang hari, jalur ini sebenarnya cukup padat namun pada malam hari jalan dengan lebar 12 meter ini sangat lengang. Aspal dan penerangan jalannya cukup bagus karena masuk jalur utama di tengah Kota Batu.Menurut warga sekitar, selepas pukul 22.00-23.00 WIB, biasanya memang banyak pengguna jalan yang ngebut.

Padahal, kendati aspalnya mulus, jalan ini bisa membahayakan pengguna yang lengah karena setelah jalan menurun dari arah Pujon, ada cekungan yang bisa menghempaskan pengguna jalan. Mobil yang ditumpangi mahasiswa ini diperkirakan terpental saat melalui cekungan tersebut.

Lantaran kecepatan yang tinggi, mobil sempat terbang sebelum kemudian menghempas aspal.Polisi menduga pada saat itulah ban mobil bagian kiri belakang pecah. Akibatnya kendaraan oleng ke kiri menghantam trotoar dan pohon.

Kapolresta Batu AKBP Tejo Wijanarko mengakui, sebelum menghantam pohon dan trotoar mobil memang melaju sangat kencang.Ini dibuktikan dari keterangan para saksi yang mengatakan adanya suara benturan yang sangat keras, dan terbelahnya bodi mobil oleh batang pohon Angsana Kembang.

“Saat saya tiba di TKP tinggal empat korban yang belum dievakuasi dari dalam mobil. Semuanya dalam kondisi mengenaskan,”ujarnya. Demi kepentingan pelaksanaan visum, akhirnya para korban tewas dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang. Dari hasil olah TKP dan penelitian sementara terhadap barang bukti yang ada,kecelakaan maut ini menurut Tejo terjadi dikarenakan mobil tidak terkendali setelah mengalami pecah ban.

“Selain itu juga adanya faktor kelebihan penumpang. Mobil Daihatsu Taruna F500 ini seharusnya hanya berkapasitas maksimal enam orang.Namun mobil terisi sembilan orang,”katanya. Tejo mengaku belum menemukan bukti lain penyebab kecelakaan, termasuk dugaan adanya pengaruh alkohol terhadap pengemudi karena masih menunggu hasil visum.

“ Kecelakaan ini murni disebabkan oleh out of control kendaraan yang mengalami pecah ban, kelebihan muatan, dan dikemudikan dengan kecepatan sangat tinggi. Kalau karena pengemudinya mabuk kami belum menerima laporannya,” katanya.

Kanit Fisika Instrumen Forensik Laboratorium Forensik (Labfor) Cabang Surabaya AKBP Didik Subiantoro menyatakan, kondisi ban belakang sebelu kecelakaan memang sudah tidak layak pakai. “Ban sudah sangat tipis sehingga mudah pecah saat terkena benturan dan beban berat. Dari kode-kode yang ada di karet ban, diketahui ban ini diproduksi pada tahun 2000,sudah sangat tua sekali untuk digunakan,”terangnya.

Tim Labfor Cabang Surabaya kemarin memang langsung turun untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti. Mereka mengukur badan jalan, memeriksa bekas kecelakaan,dan memeriksa secara keseluruhan kondisi mobil. Dari hasil pemeriksaan sementara memang ditemukan adanya bekas letusan di ban bagian belakang sebelah kiri. Untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut,ban bagian belakang sebelah kiri mobil tersebut dibawa ke Labfor Cabang Surabaya untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.

Untuk memastikan kondisi terakhir para korban sebelum kecelakaan, polisi mengambil sample darah dan zat yang tertinggal di lambung serta paru-paru korban untuk diteliti di Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya. Ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya kandungan alkohol atau zat berbaha lain dalam tubuh korban.

Sementara itu, sampai tadi malam, polisi telah memeriksa empat saksi mata,yaitu dua karyawan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di dekat lokasi kejadian, seorang warga yang sedang mengisi premium, dan sewarga yang kebetulan melintas saat kejadian. (yuswantoro)

KECELAKAAN MAUT, 9 ORANG TEWAS...


BATU– Kecelakaan maut terjadi di Jalan Panglima Sudirman, Kota Batu, dini hari kemarin. Mobil Daihatsu Taruna, DK 1070 XB, tiba-tiba oleng ke kiri dan menabrak pohon di dekat SPBU jalan tersebut. Akibatnya, sembilan mahasiswa yang kuliah di Malang, tewas seketika termasuk pengemudinya (daftar nama lihat grafis). Dugaan sementara, sang sopir, Anang Kasim alias Nanung, 24 tahun, asal Jalan Kapten Japa 75, Yang Batu, Denpasar, Bali tidak dapat menguasai setir mobil karena usai mengonsumsi minuman keras. Dugaan tersebut muncul, saat petugas Laka Lantas Polres Batu yang datang, 20 menit setelah kejadian ini, mencium bau alkohol dari mulut Nanung. Kasatlantas Polres Batu, AKP Budi Idayati yang dini hari kemarin sibuk mengidentifikasi sembilan jenazah menegaskan hal tersebut. “Sebenarnya, kami belum bisa memastikan apakah pengemudi mabuk atau tidak karena perlu diperiksa tim medis. Namun, saat kami melakukan evakuasi, kami mencium bau alkohol dari mulutnya,” kata Budi, panggilannya.
Dijelaskan mantan Kasatreskoba Polresta Malang ini, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 00.10. Mobil yang mengangkut para mahasiswa ini, baru saja merayakan pesta ulang tahun teman mereka bernama Kris di sebuah Vila di daerah Songgoriti. Menurut beberapa saksi mata di sekitar vila tersebut, ada sekitar 20 orang yang masuk ke dalam vila dan merayakan ulang tahun. Mereka datang dengan menggunakan beberapa mobil dan motor. Salah satunya adalah mobil yang dikendarai para korban tewas itu.
“Nah, sekitar pukul 00.00, sembilan orang ini lantas pulang, namun mampir terlebih dulu ke kawasan wisata payung. 30 menit berada di sana, mereka lantas melanjutkan perjalanan pulang,” lanjut Budi.
Kabar yang didapat, mobil yang disopiri Nanung ini berjalan cukup kencang. Hampir sekitar 100 km/jam. Begitu tiba di lokasi kejadian, mendadak mobil oleng ke kiri, naik ke atas trotoar dan langsung menabrak pohon. “Tidak ada bekas rem yang terlihat di aspal,” ungkap dia. Ini juga dikuatkan dengan pengakuan tiga saksi asal Jalan Panglima Sudirman Batu yang diperiksa polisi yakni Suyono, Eko Cahyono dan Mulyono.
“Tiba-tiba saja sudah terdengar suara braaaak,” kata Mulyono. Pria berusia 38 tahun ini langsung bergegas keluar rumah. Saat mendekati mobil dan mengamati korban, Mulyono juga tidak mendengar suara histeris ataupun rintihan rasa sakit dari para penumpang.
“Saya hanya mendengar suara seperti ngorok dari para korban. Setelah itu sudah tidak ada suara lagi,” kata pedagang bunga ini. Memang betul yang diungkapkan Mulyono, sebab saking kerasnya menabrak pohon, bodi mobil terbelah, atap robek, gardan dan as roda lepas dan mesin hancur. Bahkan, dua penumpangnya yang duduk di bangku tengah terlempar ke luar mobil. Keduanya Maretha Medani Chryza dan Rois Sudin. Kondisi mereka memprihatinkan. Sekujur tubuh nyaris hancur, kedua kaki dan tangan putus serta kepala pecah. Sedangkan tujuh orang lainnya, saling tindih di dalam mobil yang hancur berantakan. Rata-rata mereka tewas dengan cidera di kepala, kaki dan tangan.
“Kami yang dibantu warga sekitar kesulitan melakukan evakuasi. Lantaran banyak sekali tubuh korban yang terjepit bodi mobil yang ringsek. Evakuasi kurang lebih satu jam. Ada korban yang terjepit sehingga untuk mengeluarkannya pun, harus dibantu dengan alat,” tambah mantan Kanit SIM Polres Jakarta Timur itu.
Masih menurut perwira ini, Dwi Rani Rosmaya, salah seorang korban sempat diketahui masih bernafas. Namun, dia akhirnya meninggal dalam perjalanan ke Rumah Sakit Hasta Brata, Batu. “Lima korban kami bawa ke sana. Namun, setelah dinyatakan meninggal, semua korban ini kami bawa ke RSSA Malang dengan dua mobil dari Laka Lantas Polres Batu,” pungkasnya.
Sulit Identifikasi
PROSES identifikasi jenazah sembilan korban terbilang cukup sulit. Begitu tiba di kamar mayat RSSA Malang, para korban mobil maut itu, ditaruh di dalam ruangan secara berjejer. Kasatlantas Polres Batu, AKP Budi Idayati dan dua anggotanya, Briptu Agung Dwi dan PHL Gunawan dibantu tiga petugas kamar jenazah langsung sibuk melakukan pendataan.
Mulanya, mereka mengaku sangat kesulitan untuk mengidentifikasi nama-nama korban. Sebab, kartu pengenal (KTP dan Kartu Mahasiswa) yang ditemukan hanya lima buah, termasuk sembilan buah HP milik korban. “Bukan itu saja, tubuh korban yang rata-rata sedikit sulit dikenali, cukup membuat repot karena tidak sama dengan kartu identitas yang ditemukan,” ungkap Budi, dini hari kemarin.
Baru satu jam kemudian, lima jenazah berhasil diketahui identitasnya berdasarkan KTP. Polisi dan petugas kamar mayat menuliskan nama di secarik kertas dan ditaruh di tubuh masing-masing korban. Berangsur-angsur kemudian, empat lainnya berhasil diketahui identitasnya hingga pukul 05.30 setelah beberapa teman-temannya datang ke kamar mayat RSSA Malang.
Setelah identitas para korban diketahui, Budi langsung mengerahkan beberapa anggotanya untuk menelpon anggota keluarga. “Banyak yang tidak percaya ketika kami berhasil menghubungi keluarganya. Saya sampai mengatakan nama dan pangkat agar mereka percaya kalau ada anggota keluarganya yang kecelakaan,” ujar dia.
Forensik Kirim Sampel Darah
TIM dokter forensik RSSA Malang kemarin langsung mengambil sampel darah ke-sembilan korban kecelakaan tragis di Kota Batu. Proses itu berada di luar prosedur biasanya, karena kecelakaan di Kota Batu dianggap besar. Sampel darah milik para korban akan dikirim ke Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur.
Dokter Forensik RSSA Malang, Dr. Tasmono SpF mengatakan sampel itu akan menjalani uji kadar alkohol serta kadar narkoba. Termasuk pula kadar racun serta kandungan zat berbahaya lainnya. Dijelaskan dia, prosedur ini memang hanya dilakukan untuk kasus-kasus tertentu. “Kasus yang kita anggap berat maka akan kita lakukan hal ini,” lanjutnya.
Hasil penelitian sampel darah itu nanti, dipaparkan dokter senior ini, bisa memakan waktu antara satu hingga dua bulan. Sampel darah yang diambil rata-rata 10 ml itu, tergantung banyaknya darah yang masih tersisa di tubuh korban. Menurut Tasmono, makin banyak sampel darah yang dikirim ke Polda Jatim maka pemeriksaan bisa lebih mudah.
Namun demikian, pihaknya mengaku tidak melakukan otopsi terhadap sembilan jenazah tersebut. Sebab, pihak keluarga korban rata-rata menolak dilakukan otopsi. “Yah, hanya kita lakukan pemeriksaan luar saja,” pungkasnya. Secara terpisah, Kasubaglantas Polwil Malang, Kompol Yandri Irza menegaskan tragedi kecelakaan di Batu itu, dinyatakan merupakan kecelakaan tunggal.
Sayangnya, dia belum bisa menjelaskan tentang pemakaian alkohol yang berlebihan. “Sejauh ini, pihak Polres Batu sudah melakukan olah TKP. Kalau melihat kapasitas penumpang di dalam mobil, jelas melanggar UU 14 Tahun 1992 tentang lalu lintas angkutan jalan. Tapi pengemudinya ikut meninggal dunia, sehingga kasusnya gugur demi hukum,” tegasnya. (ary/mar)

saat-saat terakhir mahasiswa korban kecelakaan di batu memey tinggal kesibukan nyaleg,maretha terus peluk sang ayah

Duka mendalam dirasakan keluarga mahasiswa korban kecelakaan tragis di Kota Batu Kamis (16/4) dini hari. Para kerabat yang ditinggalkan mengaku, para mahasiswa nahas itu menunjukkan perilaku khusus, seakan isyarat bahwa mereka akan meninggalkan orang-orang terkasih untuk selama-lamanya.

NUR LAILY A., Pasuruan

Bendera putih dengan palang hijau di tengahnya kemarin berkibar di depan rumah di Jl Kartini 96, Kota Pasuruan. Di ruang tamu rumah bercat putih tersebut jenazah Meutia Sonny Agustin disemayamkan. Dia adalah mahasiswi yang hampir saja menuntaskan pendidikan di Universitas Muhammadiyah (UMM) Malang. Dia menjadi korban tewas dalam kecelakaan maut di Kota Batu pada Kamis (16/4) dini hari.

Selain mahasiswi, Memey -begitu Meutia biasa disapa- adalah caleg DPRD Kota Pasuruan dari Partai Republika Nusantara (Republikan).

Dalam pemilu legislatif lalu, Memey berada di nomor urut ke-3 dapil Gadingrejo.

Kepergian Memey yang baru berusia 25 tahun itu tak hanya diratapi keluarga, tapi juga teman-teman kuliahnya. "Memey pamit pergi ikut acara ulang tahun temannya tadi malam (Rabu, 15/4, Red)," ungkap Ocha, sahabat satu kos Memey, sambil sesenggukan. Kemarin Ocha juga melayat di rumah sahabatnya itu.

Ocha adalah sahabat kental Memey sejak masih duduk di bangku semester I. Di UMM keduanya memilih Fisip Jurusan Ilmu Komunikasi. Hanya, saat kejadian, Ocha kebetulan tidak kenal dengan teman Memey yang sedang berulang tahun, karena lain kampus. Itu sebabnya, ketika diajak ikut serta, Ocha menolaknya dengan halus. Tapi, dia sempat mengingatkan sahabat karibnya itu untuk tidak ikut berangkat. "Saya sudah punya firasat tidak enak. Waktu itu wajah Memey pucet banget. Putih seperti sakit. Makanya, saya sempat bilang, lihat tuh Mey, wajah kamu seperti orang yang tidak punya kehidupan," tuturnya mengenang masa-masa terakhir dia bertemu Meutia.

Diledek seperti itu, Memey hanya tergelak. Putri sulung pasangan Sulis Suprapti dan Soni Sumarsono itu mengaku belum mandi seharian. "Mungkin karena aku belum mandi seharian saja, makanya wajah aku begini," ungkap Memey menjawab ledekan temannya.

Malam sebelum berangkat ke Batu, sekitar pukul 19.00, Ocha bersama teman Memey satu kosan bernama Indah, masih sempat meledeknya. Mereka membujuk Memey memakai bedak, untuk menutupi wajahnya yang masih tampak pucat, meski sudah mandi. Sayangnya, permintaan itu ditolak Memey, sambil kemudian pamit berangkat. "Ternyata, itu firasat kami akan ditinggalkan sahabat kami yang baik," ujar Indah, sambil mengusap air matanya dengan kerudung tipis yang menutupi kepala.

Sulis Suprapti, 50, ibunda Memey, menuturkan, Memey sebenarnya baru saja kembali ke Malang. Karena tercatat sebagai caleg di Kota Pasuruan, Memey sudah pulang sebelum pemilihan legislatif berlangsung. Bahkan, setelah mencontreng pada Kamis (9/4) lalu, Memey mengikuti proses penghitungan suara di beberapa TPS di sekitar rumahnya. "Baru Minggu dia balik ke Malang. Nggak tahunya, hari ini yang pulang malah jenazahnya," kata Sulis, sambil menangis sesenggukan.

Wanita paro baya itu masih teringat sifat manja putrinya meski tergolong sulung. Sebelum berangkat ke Malang pun dia sempat merengek minta dibelikan sepatu, karena miliknya sudah robek. "Saya baru menjanjikan kalau ada rezeki lebih, pasti dibelikan. Eh, belum sempat membeli sepatu baru, anak saya sudah dipundut sama Allah," paparnya pelan.

Rabu malam sebelum kejadian, Memey masih sempat mengirimkan SMS. Putrinya yang cantik itu mengingatkan dirinya agar tidak terlalu kecapekan dan tidak tidur terlalu malam.

Pesan terakhir itulah yang masih terngiang dalam ingatan ibu tiga putri tersebut. Dia seperti tidak percaya akan kehilangan Memey untuk selamanya. Sebab, Sulis sudah membayangkan bakal menyaksikan putri sulungnya itu segera diwisuda. "Sekarang ini dia sedang berusaha menyelesaikan skripsinya. Ya, Allah Mey..." tuturnya sambil menghela napas panjang.

Firasat akan kepergian anaknya juga dirasakan Wiji Utami Kristiani, ibu Maretha, korban lain kecelakaan tragis di Kota Batu. Perasaan guru SDN Landungsari I Malang itu sudah tidak enak sehari sebelumnya. Tiba-tiba dia merasa kangen sekali dengan anaknya.

Pada Rabu (15/4) malam, rasa kangen itu semakin dalam.

Dia pun mencoba menghubungi anaknya lewat handphone, tetapi tidak bisa. "Saya lihat fotonya terus, saya ingin ngeloni (memeluk) dia," ujarnya sembari menangis.

Malam itu dia tidak bisa tidur. Dia mengaku mendengar suara-suara aneh di rumahnya. Namun, dia tidak tahu suara apa yang didengar itu. Dia baru paham setelah mendengar kabar bahwa anak pertamanya meninggal.

Sembari menangis, Wiji yang ditemani sanak saudara mengatakan, pada saat ulang tahun Maret lalu, Maretha juga berperilaku agak aneh. Dia kerap mendekap erat ayahnya, Suwaji, seakan tidak ingin melepaskan. "Mungkin semua itu firasat," ujarnya.

Menurut dia, Maretha, 25, yang kuliah di Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya saat ini menunggu wisuda Mei nanti. Malah, dia sudah diterima bekerja di Denpasar, Bali. Tetapi, dia belum aktif karena masih menunggu ijazah.

Sementara itu, sejumlah tetangga juga mengaku kaget sekali dengan kematian Maretha. Warga menilai Maretha adalah gadis yang baik. Selama ini dia dikenal sebagai pemandu (guide) turis. Dia pulang untuk menghadiri ulang tahun temannya. Sore kemarin jenazah korban dimakamkan di pemakaman daerah Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang.

Cerita Korban Selamat

Selain keluarga, kecelakaan maut di Kota Batu menyisakan duka mendalam bagi Retno S., teman satu kos para korban. Retno lolos dari maut karena tidak menumpang mobil Daihatsu Taruna yang nahas tersebut. Padahal, saat berangkat, Retno ikut satu rombongan di mobil itu.

Duduk di bangku putih ruang tunggu kamar jenazah Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Enok tidak kunjung mengakhiri histerianya. ''Semua teman-temanku mati! Aku ndak punya teman lagi sekarang,'' teriak Enok.

Setelah tenang, Radar Malang mencoba mendekati dia. Cukup sulit mengorek keterangan dari Enok. Namun, beberapa patah kata keluar dari mulutnya soal kecelakaan maut yang menewaskan kesembilan temannya.

Kecelakaan itu bermula ketika dia bersama belasan temannya berencana mencari makan malam di kawasan wisata Payung, Kota Batu. Rombongan berangkat sekitar pukul 21.30 dengan mengendarai dua unit mobil. Mobil Taruna dan satu sedan warna merah. Ada juga empat motor yang ikut.

Saat berangkat untuk makan malam itu, cewek berambut sebahu dan berkaca mata minus tersebut menumpang mobil Taruna. Selama perjalanan, perasaan Enok waswas karena mobil melaju cukup kencang. Berulang-ulang dia menasihati Anang, sopir Taruna, agar hati-hati. Namun, permintaan Enok tidak juga digubris. Meski sempat merespons nasihat Enok, Anang kembali mengulangi perbuatannya. Mempercepat laju Taruna maut itu.

Penuturan Enok berhenti sejenak. Untuk merunut kronologi berikutnya, cewek itu agak ragu. Dia seakan bingung untuk berujar dan menjelaskan soal kecelakaan maut tersebut. ''Rasanya, teman-teman saya itu masih ada dan baru saja guyonan dengan aku,'' ucap Enok setelah sekitar lima menit menunduk.

Untuk memberikan kesempatan dia menenangkan hatinya, Radar meminta wawancara dilanjutkan via telepon. Enok pun menyetujui. Dihubungi setelah mandi tadi malam, Enok menuturkan bahwa begitu tiba di Batu, mereka langsung makan-makan di wisata Payung.

Di sejumlah warung yang berdiri di pinggir jalan berkelak-kelok itu mereka menghabiskan waktu sekitar dua jam. Selanjutnya, mereka langsung pulang. Ketika pulang itulah, perasaan Enok tidak enak. Dia menolak ketika diajak teman-temannya naik mobil yang dikemudikan Anang. ''Saya pilih naik motor boncengan dengan teman saya. Perasaan saya tidak enak,'' ujar Enok.

Saat pulang, mereka meninggalkan lokasi Payung bersama-sama. Urutan pertama Taruna, kemudian mobil sedan merah yang ditumpangi empat orang, dan sisanya mengendarai motor. Dalam perjalanan, Enok bersama temannya yang mengendarai motor mengambil jalan berbeda dengan Taruna. ''Di lampu merah pertama dari arah Payung ke Batu, saya mengambil jalan belok ke kanan. Sedangkan mobil mengambil jalan lurus (lewat Jl Raya Panglima Sudirman, Red),'' katanya.

Begitu tiba di kos, Enok kaget karena teman-temannya yang naik Taruna belum tiba. Padahal, laju kendaraan mereka lebih cepat. Karena sudah larut pagi, sekitar 02.00, Enok langsung tidur. Enok baru tahu teman-temannya mengalami kecelakaan dan meninggal sekitar pukul 11.00. Dia diberi tahu teman yang lain.

Soal tujuan acara makan malam mereka diselingi dengan menyewa vila di Songgoriti Kota Batu, Enok enggan berkomentar. ''Maaf, saya tidak bisa menjelaskan soal itu (menyewa vila),'' elaknya dengan nada suara berat dan suara tangisnya terdengar.

Sebelum mengakhiri pembicaraan, sambil sesenggukan, Enok merasa bersyukur karena Allah memberinya kesempatan untuk hidup lebih lama ketimbang teman-temannya yang terlibat dalam kecelakaan maut tersebut. (Dibantu oleh Tim Radar Malang: lid/mas/ziz/war/kim)
Terima Kasih Telah Mengunjungi Firman Ramdhani Blog

Klik di Sini

KoSoNg ToeJoeH © 2008. Design by :Yanku Templates Sponsored by: Tutorial87 Commentcute